0
Dikirim pada 30 Mei 2014 di Uncategories

Bayangkan menjadi CEO dari salah satu perusahaan asuransi tertua dan yang paling jarang berinovasi di Inggris Raya, The Prudential. Salah satu manajer terbaik datang dengan ide untuk mendirikan bank internet. Atau menjadi anggota dewan pengawasan dari Mannesmann, perusahaan teknik keras dari Jerman dan tim eksekutif menyarankan bahwa perusahaan menawar lisensi dari telepon genggam. Apakah lebih baik memutuskan investasi di peluang usaha menarik meskipun tidak sesuai dengan strategi yang sekarang digunakan?

Jawabannya tergantung kepada siapa pertanyaan tersebut dilontarkan. Beberapa ahli akan mengatakan bahwa seharusnya menginvestasikan dalam sebuah portofolio dari jaringan baru sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai langit ketiga. Dengan menggunakan logika ini, proyek di kedua kasus Prudential dan Mannesmann bisa dijalankan. Beberapa ahli lainnya akan beragumen sebaliknya dengan mengatakan tetap menggunakan strategi yang sekarang digunakan, jangan membiarkan adanya gangguan, dan berjaga dari menjadi terlalu bercabang.

Dalam sebuah buku berjudul "Strategy at the Corporate Level",  ada 3 logika dalam membuat keputusan untuk kedua kasus tersebut, logika bisnis, logika pertambahan nilai dan logika pasar pusat. Logika yang terakhir hanya berlaku dalam kasus pengambil alihan atau penjualan. Karena kedua kasus peluang usaha di atas dijelaskan mengenai pertumbuhan organik, yang bisa dimulai dengan menggunakan 2 logika pertama untuk membantu ketua dalam mengambil keputusan.

Logika pertama berbicara menuju kebenaran umum, perusahaan seharusnya mencari cara untuk investasi di bisnis yang menarik. Sebuah bisnis yang menarik adalah satu di industri tingkat tinggi yang masih tumbuh. Sebagai tambahan, bisnis perlu memiliki atau bisa menciptakan sebuah keuntungan yang kompetitif. Untuk kasus Prudential, perbankan internet telah dibuktikan bukan merupakan industri bisnis tingkat tinggi dan meskipun telah diluncurkan secara sukses, ini tidak memiliki pengembalian dari apa yang diinvestasi. Seorang CEO harus dan selanjutnya telah mengetahui mengenai peluang usaha ini.

Memiliki sebuah lisensi telepon genggam di Jerman, di sisi lain, diketahui tidak bisa menjadi bisnis tingkat tinggi dan karena ada beberapa lisensi yang dijual, pemilik dari lisensi akan memiliki keuntungan yang kompetitif. Bahkan, anggota dewan pengawasan seharusnya telah bersemangat untuk mendengar lebih lanjut mengenai peluang usaha ini.

Jika melihat dari logika kedua, ini akan menjadi masuk akal untuk sebuah perusahaan memiliki bisnis bari jika itu bisa menciptakan nilai lebih dari memiliki bisnis dari pada perusahaan induk. Jika tidak, ini akan susah untuk dikalahkan oleh perusahaan lain. Jadi bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai lebih dari memiliki sebuah bisnis dari yang lain? Kadang perusahaan induk memiliki beberapa petuah spesial untuk dibawakan ke dalam rencana atau beberapa aset spesial untuk berkontribusi. Kadang, bisnis baru menambah beberapa nilai spesial ke bisnis lain yang sudah lebih dulu dimiliki perusahaan induk.



Dikirim pada 30 Mei 2014 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah Dodo ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 13.636 kali


connect with ABATASA